Baca Juga: BPN Kembali Disorot Usai OTT KPK, Ada Uang Rp106,3 Miliar
Kesuksesan album pertama membawa Rif meraih sejumlah penghargaan, termasuk platinum dari Sony Music serta nominasi dalam berbagai ajang musik pada akhir 1990-an.
Menariknya, perjalanan Rif berlanjut ketika Indonesia sedang menghadapi krisis moneter.
Alih-alih ikut “menghilang”, Rif justru tetap produktif dan merilis album kedua, “Salami”. Album tersebut membawa pesan moral serta kepedulian terhadap kondisi sosial.
Setelah itu, Rif kembali melahirkan karya lewat album “Nikmati Aja” pada 2000 dan “Dan Dunia Pun Tersenyum” pada 2002.
Baca Juga: Kursi Menkeu Lepas, Purbaya Malah Siapkan Kail dan Umpan
Nah, bagian ini juga nggak kalah menarik.
Salah satu lagu Rif dari album mereka bahkan terpilih menjadi soundtrack film Spider-Man setelah bersaing dengan sejumlah band dari berbagai negara Asia.
Jadi, dari Bandung bisa nyampe ke dunia Spider-Man. Kalau Peter Parker punya jaring laba-laba, Rif punya gitar dan musik rock.
Sama-sama bisa menjangkau jauh, bedanya satu lewat gedung, satu lewat panggung.
Seperti banyak band lain, perjalanan Rif juga nggak selalu mulus. Pergantian personel dan perubahan industri musik menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Namun, Rif tetap bertahan dan terus beradaptasi.
Baca Juga: Dinas Fiktif, Duit Real: Mantan Pejabat Kementan Didakwa Rugikan Negara Rp5,09 Miliar
Mereka merilis album kompilasi, menjalani tur internasional, tampil di berbagai festival musik, hingga ikut dalam aksi kemanusiaan setelah tsunami Aceh 2004.
Memasuki era digital, Rif juga menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Mereka mulai merilis karya secara mandiri dan tetap aktif tampil di berbagai panggung.