Kamis, 17 September 2026

Dari Kaset ke Streaming, Rif Tetap Nge-Rock Lintas Zaman

Photo Author
Awok, BeritaOnline.co
- Rabu, 16 September 2026 | 10:29 WIB
Dari Kaset ke Streaming, Rif Tetap Nge-Rock Lintas Zaman (Beritaonline.co - ilustrasi)
Dari Kaset ke Streaming, Rif Tetap Nge-Rock Lintas Zaman (Beritaonline.co - ilustrasi)

Beritaonline.co - Kalau ngomongin musik rock Indonesia, ada satu nama yang rasanya susah banget dilewatkan.

Rif. Band asal Bandung ini muncul di tengah ramainya musik metal era 1990-an dan berhasil membawa warna rock yang punya ciri khas sendiri.

Saat sebagian anak muda era itu mungkin sibuk memilih kaset mana yang mau diputar sampai pitanya kusut, Rif justru sedang membangun perjalanan panjang yang akhirnya membuat mereka jadi salah satu ikon rock Tanah Air.

Cerita Rif bermula dari gitaris Arya Baron Afarat Suprayogi alias Baron, yang sudah aktif di skena musik rock Bandung sejak awal 1990-an.

Baca Juga: Drone Dicegat Dekat Mekkah, OKI Kecam Dugaan Serangan Houthi

Baron kemudian membentuk band bernama Badai bersama sejumlah rekannya. Mereka mulai tampil dari kafe sampai kampus dengan membawa musik rock alternatif.

Seiring waktu, nama Badai berubah menjadi Rif, singkatan dari Rhythm in Freedom. Namanya memang terdengar keren, dan ternyata perjalanan bandnya juga nggak kalah panjang.

Pada 1994, Baron memilih meninggalkan Rif untuk melanjutkan karier di Jakarta bersama Gigi.

Sementara itu, vokalis Andy/Andi Rif tetap melanjutkan perjalanan band di Bandung bersama formasi baru, termasuk Magi dan Jikun.

Baca Juga: Kemenkes Siapkan Sistem IDRG untuk Ubah Pola Pembayaran JKN, Klaim Bakal Lebih Terukur

Perjalanan Rif mulai berubah ketika karya mereka menarik perhatian produser Sony Music.

Pada 14 Januari 1997, Rif akhirnya merilis album perdana berjudul “Raja”.

Hasilnya? Bukan kaleng-kaleng.

Album tersebut dilaporkan terjual hingga 150 ribu kopi. Lagu “Raja” dan “Bunga” pun menjadi hits dan banyak didengarkan anak muda pada era 1990-an.

Kalau zaman sekarang mungkin istilahnya sudah masuk kategori viral. Bedanya, dulu belum ada TikTok, jadi cara terkenalnya ya lewat radio, televisi, kaset, dan diputar berulang-ulang sampai tetangga hafal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Awok

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X