Beritaonline.co - Kalau ngomongin Bali, nama Kuta hampir pasti masuk daftar. Kawasan yang sekarang identik dengan pantai, surfing, sunset, shopping, sampai kehidupan malam ini memang selalu ramai didatangi wisatawan.
Tapi, siapa sangka, Kuta yang sekarang penuh hotel, restoran, dan tempat hiburan ternyata punya sejarah yang cukup panjang.
Sebelum berubah menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Bali, kawasan ini dulunya hanyalah hutan rimba.
Secara geografis, Kuta merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Badung dengan luas sekitar 17,5 kilometer persegi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Band, Ini Perjalanan Panjang Slank dari Nol hingga Legendaris
Dalam catatan sejarah, Kuta disebut sebagai salah satu lokasi mendaratnya pasukan Kerajaan Majapahit pada 1334.
Saat itu, kawasan Kuta masih berupa hutan dan belum seperti kawasan wisata yang dikenal sekarang.
Lokasi tersebut dahulu lebih dikenal dengan nama “benteng”, berdasarkan prasasti yang tersimpan di Pura Sanggaran yang berada tidak jauh dari kawasan Kuta.
Seiring berjalannya waktu, posisi Kuta yang berada di kawasan strategis membuat wilayah ini mulai dilirik para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara maupun luar negeri.
Jauh sebelum dipenuhi turis, Kuta ternyata punya cerita yang cukup “liar”. Kawasan ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian perampok dan bajak laut.
Baca Juga: 35 WNA Terseret Kasus Judol di Bali, Dua Otaknya Dituntut 5 Tahun
Sekitar 1826, Kuta bahkan disebut menjadi salah satu pusat penyelundupan candu menuju Jawa.
Kondisi tersebut membuat pemerintah Hindia Belanda mulai memberikan perhatian lebih terhadap keamanan kawasan pantai Kuta.
Salah satunya dengan menempatkan JS Wettters, seorang tentara Belanda berpangkat kapten, sebagai pengawas keamanan pantai.
Baca Juga: KRI Canopus Turun Tangan, Pencarian 129 Korban KM Virgo Diperluas ke Bawah Laut