Baca Juga: Kemenkes Siapkan Sistem IDRG untuk Ubah Pola Pembayaran JKN, Klaim Bakal Lebih Terukur
Profesi ini tidak selalu mengenal pola kerja 09.00-17.00. Berita bisa muncul kapan saja. Ketika peristiwa penting terjadi malam hari, jurnalis tetap harus bergerak.
Deadline pun menjadi teman yang hampir setiap hari hadir.
Bagi jurnalis media online, misalnya, tuntutan produksi berita bisa cukup tinggi. Selain harus mengejar informasi, wartawan juga dituntut cepat menulis dan mengirimkan berita ke meja redaksi.
Tidak jarang seorang jurnalis harus bekerja hingga larut malam, bahkan masuk pada hari libur ketika situasi mengharuskannya.
Kurang tidur? Bisa jadi bagian dari paket pekerjaan.
Baca Juga: BPN Kembali Disorot Usai OTT KPK, Ada Uang Rp106,3 Miliar
Kopi? Sering kali ikut mengambil peran sebagai rekan kerja tidak resmi.
Jurnalis juga dituntut memiliki mobilitas tinggi.
Hari ini bisa meliput konferensi pers di kantor pemerintahan. Besok harus mengejar narasumber di tempat lain. Lusa bisa saja mendapat tugas ke luar kota.
Bahkan ketika mendapatkan tugas yang terasa sulit, seorang jurnalis dituntut untuk mencari cara agar tugas tersebut bisa dikerjakan.
Misalnya, ketika mendapat tugas mengusut dugaan praktik mafia sepak bola, jurnalis tidak cukup hanya menulis berdasarkan rumor. Ia harus mencari dokumen, menemui sumber dll. ***