Menurut Nugroho, setiap skenario dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat yang berbeda.
"Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata populer dunia, sebagai pintu masuk utama, kami berkomitmen memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan selalu terjaga," ujarnya.
Baca Juga: Dari Kaset ke Streaming, Rif Tetap Nge-Rock Lintas Zaman
Lewat latihan ini, seluruh komunitas bandara juga bisa melihat apakah prosedur yang selama ini diterapkan sudah berjalan efektif atau masih perlu diperbaiki.
Nggak cuma itu, simulasi ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Harapannya, jika suatu saat terjadi kondisi darurat yang sebenarnya, respons bisa dilakukan dengan cepat, tepat, dan terarah.
"Kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing," kata Nugroho.
Jadi, buat kamu yang sedang berada atau akan bepergian melalui Bandara Ngurah Rai pada 23 September nanti, nggak perlu panik kalau melihat aktivitas simulasi atau petugas dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Tetap tenang dan ikuti arahan petugas di lapangan. (Awo)
Artikel Terkait
Drone Dicegat Dekat Mekkah, OKI Kecam Dugaan Serangan Houthi
Bareskrim Ungkap 5,4 Kg Sabu Disembunyikan dalam Ban Serep Mobil di Surabaya
Dari Kaset ke Streaming, Rif Tetap Nge-Rock Lintas Zaman
Kelihatan Keren, Ternyata Jadi Jurnalis Penuh Tantangan
Pencarian KM Arupadatu I Hari Kesembilan Dipersempit, SAR Bagi Selat Sunda Jadi 8 Sektor